728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, August 18, 2013

    Apa Itu Midfielder Pivot?


    Kamu-kamu sering mendengar istilah 'double pivot'? 'Double pivot' merupakan duet pemain pada midfield, bekerja  bersama dan memiliki peran saling berkaitan. Gampangnya, ketika satu pemain bergerak kedepan untuk menyerang, pemain lain akan memiliki tugas menutup ruang yang ditinggalkan partnernya.

    Istilah pivot sebenarnya tidak hanya ada pada midfielder saja. Beberapa duet peran dilapangan juga menjalankan fungsi pivot. Pada strikers, antara targetman dan poacher. Kemudian contoh ketara di FM, tugas cover/stopper pada central defender.

    Tulisan kali ini agak berat, lebih berat dari rinduku padamu, eh. Mengenai pivot pada midfielder.
    Dan akan ada banyak pencampuran istilah dari bahasa Indonesia dan asing. Maaf, sekedar untuk mudah dimengerti.

    CLASSIC PIVOT

    Ada banyak variasi pivot pada midfielder selain 'double pivot'. Salah satu yang paling tradisional adalah 'classic pivot'. 'Classic pivot' melibatkan seorang defensive midfielder dan seorang attacking midfielder, dengan instruksi standar pada posisinya. Yang lebih menyerang akan diberikan fokus pada serangan, sedang lainnya akan fokus pada pertahanan dan tetap menjaga kedalaman.

    'Classic pivot' sering dijumpai pada pemakaian formasi 4-4-2 standar. Seperti Roy Keane dan Paul Scholes dieranya, atau Liverpool Steven Gerrard dan Xabi Alonso.
    'Classic pivot' tidak mengizinkan bermain dengan creative freedom yang terlalu besar dibanding variasi pivot modern lainnya. Tapi mungkin itu adalah pilihan baik dalam formasi 4-4-2. Untuk menjaga central midfielder tetap pada pakem posisinya, bila menghadapi tim yang lebih banyak menumpuk pemainnya di tengah.

    Sebenarnya banyak juga debat bahwa 'classic pivot' apakah benar-benar menjalani fungsi pivot. Mengingat duet pemain hanya sekedar menjalankan instruksi perseorangan, tidak menjalani instruksi bersama partnernya.

    DOUBLE PIVOT

    Memiliki definisi hampir sama dengan 'classic pivot', hanya saja 'double pivot' bisa dikatakan memiliki instruksi lebih fluid dibanding 'classic pivot'. Duet pemain bermain dengan level creative freedom lebih tinggi. Perbedaan antara defensive dan attacking midfielder menjadi agak nge-blur. Kedua pemain diizinkan untuk melakukan serangan, hanya saja akan ada pengertian antara keduanya. Jika salah satu menyerang, maka lainnya meng-cover. Hukum pivot.

    Formasi-formasi modern seperti 4-2-3-1, 4-5-1, 4-2-1-3 hampir semua menggunakan peran 'double pivot'. Meskipun lebih fluid dari 'classic pivot', tetap saja salah satu pemain memiliki mental lebih bertahan dari lainnya. Personality dan kebiasaan si pemainlah yang lebih banyak menentukan (contoh: player prefered moves).

    Ada 2 varian dari 'double pivot', defensive partnership dan normal partnership.
    Defensive partnership memakai dua tradisional holding midfielders, dengan posisi awal lebih kedalam (contoh: DM-DM). Seperti apa yang diaplikasikan Brazil pada World Cup 2010 pada duet Felipe Melo & Gilberto Silva, atau AC Milan dengan Pirlo & Gattuso.
    Normal partnership memakai dua tradisional central midfielder. Contohnya ditahun 2003/04, Cesc Fabregas & Patrick Vieira.

    COMPLETE PIVOT

    Duet ini memiliki peranan yang sama, tidak ada pemain yang lebih bertahan atau menyerang. Meskipun hukum pivot tetap berlaku. Jika salah satu menyerang, maka lainnya meng-cover, dan sebaliknya.
    Tim yang menjalankan 'complete pivot' adalah Barcelona. Antara Xavi & Iniesta. Karena 'complete pivot' cenderung lebih fokus ke penyerangan, biasanya dibutuh seorang lagi yang bekerja dibelakang pivot. Di Barcelona ada Busquets memegang peran ini.
    'Complete pivot' juga bisa disebut 'Attacking pivot'.

    TRIPLE PIVOT

    Banyak kasus pada formasi 4-2-3-1, 'double pivot' kadang melibatkan satu pemain lagi. Central attacking midfielder (AMC), akan membentuk 'triple pivot'. Ini terjadi ketika si AMC bermain lebih kedalam. Contohnya Fabregas beberapa musim lalu. Membentuk segitiga, menjadi fluid 2-1 (MC-MC-AMC) berubah menjadi 1-2 (DM-MC-MC) sesuai kondisi dilapangan. Butuh pengertian antar pemain yang baik, bagaimana ini berjalan baik pada era total football.

    TIPE PEMAIN PADA FOOTBALL MANAGER

    Jadi setelah mengetahui apa itu pivot, saatnya implementasi pada Football Manager. Yang harus dilakukan pertama-tama, kita harus memastikan mempunyai pemain yang tepat untuk menjalankan tugas ini.

    Disini saya akan memfokuskan pada 'double pivot', dua central midfielders: satu lebih defensive-minded dari yang lainnya.

    Posisi

    Posisi natural pada MC. Lebih baik pemain yang bermental lebih bertahan juga menguasai posisi DMC, dan pemain yang lebih menyerang juga menguasai posisi AMC.

    Attributes: General
    Passing
    Determination


    Attributes: Defensive
    Untuk pemain bermental lebih bertahan, pastikan memiliki nilai tinggi pada:
    Positioning
    Tackling
    Anticipation
    Aggression


    Attributes: Attacking
    Untuk pemain bermental lebih menyerang, pastikan memiliki nilai tinggi pada:
    Off The Ball
    Creativity
    First Touch


    Preferred Moves
    Latih pemain anda dengan PPM berikut, atau cari pemain yang memiliki PPM berikut:
    Move Into Channels
    Comes Deep To Get Ball
    Plays One-Twos

    INSTRUKSI PEMAIN

    Role & duty awal untuk kedua pemain sebagai normal 'double pivot' adalah 'Box to box midfielder - Support'. Ini adalah default role sebagai pivot dalam FM. Seperti statement berikut:
    "The non-stop dynamism of the Box-To-Box Midfielder enables him to contribute greatly to both defending and attacking. In attack, he pushes up to support the forwards, often surging late into the box to get on the end of crosses and pullbacks, as well as providing a threat from a distance. In defence, he harries attacking midfielders and helps protect the defensive line."
    Tetapi tetap diperlukan sedikit tweaking untuk menjalankan instruksi ini bekerja lebih baik. Beberapa perubahan setting PI:

    Mentality - Untuk pemain bermental lebih bertahan, kurangi slider 4-5 steps dari posisi default. Ini akan membuatnya lebih defensive daripada partnernya.
    Closing Down - Untuk pemain bermental lebih menyerang, kurangi slider 3-5 steps dari posisi default.
    Roam From Position - Berikan pada pemain yang lebih menyerang.
    Untuk instruksi tackling dan long shot berikan sesuai attribute yang dimiliki si pemain.

    Sedikit catatan, jika pivot yang bermental lebih bertahan sering kehilangan posisinya saat bertahan, maka kurangi instruksi Run From Deep menjadi rarely.

    CONTOH PEMAIN DAN REKOMENDASINYA

    Dalam hal pemain dengan mental yang lebih bertahan, Yann M'villa bisa jadi pilihan. Juga Alex Song, Vidal, Mavuba.
    Sedang kebutuhan untuk yang lebih menyerang, ada Xavi, Moutinho, Fabregas, Bastian Schweinsteiger, Jack Wilshere.

    Pemain lainnya, silakan googling atau geniescout-ing. Huh, males amat.
    Selamat bereksperimen :)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Apa Itu Midfielder Pivot? Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Rizka J
    Scroll to Top